Profil Propinsi Banten
   
Banten adalah salah satu provinsi baru yang ada di Indonesia. Dahulu Banten termasuk dalam daerah Provinsi Jawa Barat. Namun sejak tahun 2000 tepatnya tanggal 4 Oktober 2000 dengan keputusan Undang-Undang nomor 23 tahun 2000, Banten resmi menjadi Provinsi dengan ibukotanya adalah Serang. Cakupan wilayahnya adalah sisi barat Provinsi Jawa Barat yang meliputi daerah Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, Kota Cilegon dan Kota Serang. Provinsi Banten terdiri dari 4 Kabupaten dan 3 Kota, 94 Kecamatan, 128 Kelurahan dan 1.339 Desa dengan total area sebesar 8.800,83 Km2 dan total populasi 8.098.277 orang, mayoritas penduduknya adalah muslim didukung kebudayaan Muslim.Secara geografis, lokasi Provinsi Banten begitu strategis karena berada di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera serta berdekatan dengan Ibukota negara yaitu DKI Jakarta, sehingga berdampak positif dan potensial bagi berbagai sektor ekonomi yaitu pertanian, industri/perdagangan, pariwisata, pertambangan juga didukung oleh ketersediaan sumber daya alam yang bervariasi dalam jumlah besar.  
   
Potensi Daerah  
Potensi daerah Provinsi Banten yang begitu besar mengakibatkan pesatnya pertumbuhan perekonomian. Cakupan daerah industri hampir terdapat di semua wilayah kabupaten dan kota serta luasnya daerah pertanian semakin menunjang kesejahteraan rakyat Banten. Provinsi Banten bisa dikategorikan sebagai gerbang dunia, hal ini dikarenakan adanya Bandara Internasional Soekarno-Hatta di daerah Kota Tangerang yang merupakan Bandara terbesar di Indonesia yang melayani transportasi udara dalam dan luar negri. Disamping itu terdapatnya Pelabuhan Bojonegoro juga menambah pesatnya perdagangan lewat jalur laut. Disamping faktor ekonomi, dunia pariwisata adalah salah satu sumber pendapatan terbesar. Banyaknya resort, cottage, hotel dan obyek wisata yang tersebar di seluruh wilayah Banten merupakan salah satu indikator devisa bagi Banten. Sebut saja daerah Pantai Anyer yang mempunyai obyek wisata menarik mulai dari panorama pantai, taman laut dan wisata pulaunya serta kelengkapan akomodasi seperti cottage dan hotel berbintang sehingga mengundang begitu banyak wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri.
   
 

Pelayanan Air Minum

Tingkat pelayanan air minum di Provinsi Banten masih relatif sangat kecil yaitu sekitar 20% yang dilayani oleh PDAM serta Pihak Swasta ( 6 PDAM & 14 Pihak Swasta), dengan lokasi pelayanan baru dilaksanakan di wilayah Perkotaan. Hal ini diakibatkan PDAM-PDAM yang berada di Provinsi Banten merupakan PDAM yang tergolong kecil. Sulitnya pendanaan untuk pengembangan serta rendahnya daya beli masyarakat menjadi salah baru faktor utama masih minimnya cakupan pelayanan air minum. Selain itu tarif dasar air minum di Provinsi Banten masih sangat rendah, terkadang tidak sebanding dengan besarnya biaya produksi yang harus dikeluarkan. Belum lagi tingkat kebocoran air yang tinggi, menjadi penyebab meruginya sebagian PDAM yang ada. Target pencapaian tingkat pelayanan air minum sesuai dengan target MDGs 2015 adalah 60% di daerah Pedesaan dan 80% di daerah Perkotaan.

 

   
Propinsi Banten mempunyai banyak sekali sumber daya air baik yang telah dimanfaatkan maupun yang belum di manfaatkan. Sumber ini terdiri dari beberapa jenis yaitu sungai, mata air dan danau. Daerah yang paling banyak memiliki sumber daya air adalah Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang, dimana sebagian besar wilayahnya merupakan kawasan hutan lindung dan hutan produksi terbatas.
   
Sebaran pelayanan air minum di Propinsi Banten
     
  https://maps.google.com/maps/ms?msid=210829739575210607871.0004decc3d32c139fbfc6&msa=0&ll=-6.18286,106.63182&spn=0.007786,0.013797&iwloc=0004decc52e752cc37e30   
 
         
  Sekretariat : Jl. Kisamaun No. 204 Tangerang 15118 Banten - Indonesia. Telp./Fax. 62 21 55794821 >> ContactUs