Aplikasi GIS
 
GIS atau Geographic Information System adalah informasi gabungan data spatial (contoh : peta dasar digital) dengan data Deskriftif (contoh : data pipa, pelanggan, hidrolika) dengan menggunakan sistim komputerisasi.
 
Metode GIS
Secara garis besar metode GIS untuk PDAM adalah inventarisasi seluruh data-data jaringan perpipaan dan pelanggan manual, penyediaan peta dasar digital yang selanjutnya data-data tersebut di input kedalam aplikasi GIS untuk di olah, diedit dan ditambahkan data-data pendukung lainnya sehingga menjadi suatu output berupa informasi mengenai jaringan perpipaan dan pelanggan digital yang multi fungsi dengan penambahan kapasitas data seperti hidrolika dan database seluruh data.
 
   
Pentingnya GIS bagi PDAM
GIS sangat penting untuk diterapkan di PDAM mengingat data-data jaringan perpipaan dan data pelanggan merupakan salah satu aset terbesar PDAM yang berpengaruh besar dalam menunjang kegiatan operasional PDAM serta berkaitan juga dengan kinerja perusahaan. Media inilah yang dapat mengolah data-data tersebut menjadi data yang aman, akurat dan berdaya guna lebih dalam pemberian informasi. Beberapa faktor yang mempengaruhi PDAM memerlukan GIS.
   
Masih tingginya tingkat kehilangan air, salah satunya karena kurangnya monitoring dan evaluasi jaringan perpipaan.
Hampir seluruh pipa PDAM tertanam dalam tanah, sehingga diperlukan pengelolaan data lokasi pipa yang akurat.
Banyak data pipa berada dalam "ingatan" pegawai yang dahulu menanam atau memasangnya tanpa terdata dalam sistim file baik analog maupun digital, hal ini tentu saja akan menimbulkan masalah saat pegawai tersebut "lupa" atau "pensiun" sehingga informasinya harus cepat di inventarisir.
Minimnya data-data jaringan perpipaan terutama as built drawing dengan berbagai kondisi seperti buram, rusak bahkan hilang.
Minimnya kepedulian pegawai terhadap data-data jaringan pipa dan pengelolaannya.
Cepatnya perubahan fisik di lapangan yang mempengaruhi data posisi pipa yang tertanam seperti adanya pelebaran jalan, pengaspalan, penambahan bangunan, rumah, perkantoran serta alih fungsi lahan yang semula kososng menjadi perumahan atau pertokoan. Hal ini berdampak banyak posisi pipa yang dahulu berada di pinggir/bahu jalan berubah posisinya menjadi di tengah jalan.
Adanya pemekaran wilayah, yang terkadang diikuti dengan pembentukan PDAM baru di area pelayanan PDAM lama, dimana terkadang dalam satu jalur utilitas/jalan terdapat dua pipa milik masing-masing PDAM sehingga memberikan kesulitan untuk mengidentifikasi kepemilikan pipa manakala terjadi sesuatu pada pipa tersebut seperti bocor atau relokasi.
Berkaitan dengan kegiatan pengguna utilitas yang sama seperti PLN, Gas, Telkom dan lain-lain.
   
   
Kegiatan GIS
Inventarisasi As Built Drawing - Adalah kegiatan pengumpulan dan pengelolaan seluruh data-data as built drawing untuk ditata kembali secara rapih dan disimpan dalam suatu sistem penyimpanan dan ruangan khusus yang baik (filling cabinet, binder cabinet, dll).
Field Sketches - Kegiatan ini berupa pengukuran posisi/letak pipa yang terlacak datanya dan accessories (valve, hidran, dll) yang masih terlihat. Pengukuran dilakukan terhadap acuan terdekat dengan lokasi data tersebut seperti inner drainage, bahu jalan, tembok rumah, pagar rumah, dinding rumah, dll. Field sketches ini sangat berguna manakala data yang telah kita ukur tersebut hilang atau tertutup aspal, maka kita masih tetap punya informasi posisinya.
Toponimi - Toponimi adalah kegiatan updating data peta dasar digital apabila terdapat perubahan dilapangan berupa penambahan bangunan/rumah baru, pelebaran jalan,
Test hole - Test hole ini dikhususkan untuk mencari data jaringan pipa dan accessories yang sudah tidak terlacak datanya atau hilang dilapangan. Kegiatannya berupa penggalian pada perkiraan posisi pipa. Data yang kemudian ditemukan selanjutnya di field sketches dan diinput kedalam aplikasi GIS.
Input data jaringan pipa manual - Kegiatan ini berupa permintaan informasi mengenai data pipa dan accessories dari pegawai atau petugas yang dahulu memasang atau mengetahui datanya. Biasanya ini dilakukan jika untuk data tersebut tidak terdapat as built drawingnya atau meragukan datanya.
Input nomor rekening pelanggan - Input nomor rekening ini dilakukan oleh Pembaca Meter pada gambar peta digital secara manual. Data ini selanjutnya berfungsi sebagai primary key untuk di koneksi dengan data billing.
   
Komponen GIS :
   
Produk GIS :
Peta digital berskala 1:1000 dan berkoordinat
Gambar jaringan pipa dan accessories
Gambar jaringan pipa dengan notasi ukuran acuan (Field sketches) untuk penanggulangan kebocoran
Gambar jaringan pipa dengan notasi pelanggan untuk Rute Baca Meter
Gambar jaringan pipa untuk Zoning system
Database pipa, accessories dan pelanggan untuk Asset Management
   
 
Photo Kegiatan :
 
   
         
  Sekretariat : Jl. Kisamaun No. 204 Tangerang 15118 Banten - Indonesia. Telp./Fax. 62 21 55794821