Berita
Tingkatkan capacity building, Perpamsi Banten laksanakan Studi Banding internasional ke Waternet Amsterdam
Sekretariat, Desember 2019

Permasalahan ketersediaan air baku menjadi isu krusial bagi PDAM & Mitra Swasta anggota PD Perpamsi Banten saat ini. Minimnya kualitas, kuantitas dan kontinuitas air baku yang sebagian besar berasal dari air sungai sering dialami oleh para operator air minum di Banten. Pencarian solusi pemecahannya selalu diupayakan oleh PD Perpamsi Banten salah satunya dengan kegiatan studi banding pengelolaan sumber daya air ke Waternet Amsterdam. Studi banding dilaksanakan pada tanggal 3 – 10 Desember 2019 yang diikuti oleh 11 perusahaan anggota Perpamsi Banten. Waternet di pilih selain terkenal sebagai salah satu perusahaan air minum terbesar di Belanda juga karena selama ini telah menjalin kemitraan dengan PD Perpamsi Banten. Sebelum mengunjungi kantor pusat Waternet di pusat kota Amsterdam, peserta terlebih dahulu melakukan kunjungan ke salah satu IPA milik Waternet yang bernama IPA Leiduin yang terletak bersebelahan dengan hamparan bukit pasir atau dikenal dengan nama Dune. Yang menarik dari Dune ini adalah fungsinya sebagai area tangkapan atau tampungan air hujan, air dari sungai dan air dari laut yang mengalami filtrasi alami oleh pasir-pasir yang terhampar yang akhirnya mengalir melalui sistem air tanah dan kanal-kanal yang sengaja dibuat mengelilingi dune yang luasnya hampir 3500 Ha. Air yang dihasilkan secara alami ini dipergunakan sebagai sumber air baku yang dioleh di IPA Leiduin yang diolah menjadi air minum. Proses filtrasi air melalui Dune ini telah dipergunakan sejak tahun 1853! dan menghasilkan air baku kurang lebih 70 juta kubik pertahunnya dan tetap dipergunakan sampai saat ini sebagai sumber air baku sehingga ketersediaan air baku selalu ada di segala musim di Amsterdam.

Belanda merupakan salah satu model terbaik di dunia dalam management sumber daya air dan pengolahan air, khususnya Waternet sebagai salah satu perusahaan air minum terbesar di kota Amsterdam dimana nantinya hasil studi ini dapat diaplikasikan dalam kegiatan operasional para operator air minum di Provinsi Banten," kata Ratna Panduwinata salah satu Pengurus Perpamsi Banten yang menjadi peserta.“Satu hal yang menjadi catatan bagaimana sejak dahulu pemerintah Belanda konsen dalam menjaga ketersediaan air baku, sudah sepatutnya kita memikirkan pula air yang mengalir di sungai-sungai dan irigasi selayaknya dapat ditampung atau tidak dibiarkan terbuang ke laut yang nantinya dapat dipergunakan sebagai cadangan air baku disaat musim kemarau. Harapan kami adalah adanya kepedulian Pemerintah baik Pusat dan Daerah khususnya di wilayah Banten untuk menyediakan lahan-lahan resapan dan tampungan air atau embung yang dapat menampung air untuk dioleh menjadi air minum sehingga ketersediaan air baku akan selalu terjaga”,tambahnya.

Tidak hanya kota Amsterdam, peserta berkesempatan mengunjungi kota Brussel, kota Luxemburg dan berakhir di Kota Paris. Hal teristimewa yang dilakukan oleh peserta adalah acara pelepasan purnabakti Ida Farida sebagai Direktur Teknik PDAM Kabupaten Tangerang yang dilakukan di bawah menara Eiffel. (Rizal)

 

 
 
   
         
  Sekretariat : Jl. Kisamaun No. 204 Tangerang 15118 Banten - Indonesia. Telp./Fax. 62 21 55794821