| |
|
|
PDAM
TB Target 72 Ribu Jaringan Baru |
|
| 22
Januari 2009 (Satelit News) |
|
| |
|
|
| Program
10 juta sambungan air bersih yang dicanangkan
pemerintah pusat bakal mampir ke Kota Tangerang.
PDAM Tirta Benteng dinilai memenuhi kriteria
sebagai PDAM sehat sehingga mendapatkan
pinjaman sebagai bagian 10 juta sambungan
baru. Menurut Ketua Umum Perpamsi yang juga
Direktur Utama PDAM Tirta Benteng (TB) Kota
Tangerang, Achmad Marju Kodri, pihaknya
akan segera merealisasikan program yang
digagas`Wakil Presiden Jusuf Kalla. Persiapan-persiapan
ke arah sana sudah sampai pada pembahasan
teknis pelaksanaan. |
|
|
| |
|
|
"Program
ini menjadi komitmen Wapres selama masa pemerintahannya.
Selaku Ketua Umum Perpamsi, saya mengapresiasi
program Wapres yang bertujuan meningkatkan cakupan
pelayanan PDAM. Apalagi banyak masyarakat terutama
di perkotaan belum terlayani air bersih dari PDAM,"
kata Achmad Marju Kodri. Dalam pemaparannya, awal
dari program 10 juta sambungan ini diberikan kepada
19 PDAM yang memiliki kriteria sebagai PDAM sehat.
Tarif sudah full cost recovery (memenuhi biaya
produksi) dan memiliki potensi untuk mengembangkan
pelayanan. |
|
| |
|
"Tidak
semua PDAM berhak atas program tersebut. Ada persyaratan
pemerintah kepada PDAM yang harus dipenuhi supaya
masuk dalam program ini," lanjutnya. PDAM
TB sebagai PDAM sehat termasuk ke dalam 19 PDAM
yang masuk program 10 juta sambungan. Rajin dan
mampu membayar hutang serta dapat menghasilkan
laba setiap tahun, menempatkan PDAM TB masuk dalam
19 PDAM tersebut. |
|
| |
|
|
Persiapan-persiapan
teknis sudah dilakukan untuk meningkatkan cakupan
pelayanan PDAM. Ditargetkan yang terlayani perpipaan
PDAM di Kota Tangerang dapat meningkat dari 31%
menjadi 69% dari jumlah penduduk selama 5 tahun
ke depan. |
|
| |
|
|
"Amanat
Millenium Development Goals (MDGs) mengharuskan
masyarakat perkotaan sudah terlayani 80% air bersihnya
tahun 2015. Kita mengharapkan akan terserap 72
ribu sambungan baru selama 5 tahun,"ungkapnya.
Adapun teknis pembiayaan 10 juta sambungan masih
dalam pembahasan intensif alokasi sumber dananya.
Diperkirakan membutuhkan dana besar. "Sekitar
Rp. 85 trilyun, dimana anggarannya berasal dari
APBD Pemerintah Kota/Kabupaten, APBD Propinsi,
APBN dan Konsorsium Bank," ujar Kodri. |
|
| |
|
|
| |
|
|