Technologi
 
Jasa Lingkungan PT. Krakatau Tirta Industri
 

Daerah Aliran Sungai (DAS) Cidanau merupakan salah satu DAS penting di Provinsi Banten dengan luas 22.620 Ha yang berada di wilayah Kabupaten serang dan Kabupaten Pandeglang. Dengan debit rata-rata mencapai 2.000 lt/dt, DAS Cidanau memegang peranan penting dalam penyediaan sumber air baku untuk masyarakat dan industri Kota Cilegon, kawasan industri strategis tidak saja untuk Provinsi Banten tetapi juga nasional. Dalam kawasan ini terdapat pula Cagar Alam Rawa Danau seluas 2.500 Ha yang juga berfungsi sebagai reservoir DAS Cidanau dan merupakan hulu dari Sungai Cidanau, sungai utama DAS Cidanau yang bermuara di Selat Sunda.

     

Dalam dua puluh tahun terakhir DAS Cidanau mengalami degradasi lingkungan yang tidak saja mengancam eksistensi cagar alam Rawa Danau, tetapi juga pada keberlanjutan ketersediaan dan kualitas air. Untuk mengatasi hal tersebut para pihak yang terlibat dalam pengelolaan dan pemanfaatan DAS Cidanau, mencoba mengantisipasi berbagai permasalahan secara terintegrasi (integrated management) didasarkan pada konsep one river, one plan dan one management. Dengan prinsip pengelolaan didasarkan pada prinsip save it, study it dan use it. Upaya para pihak dimulai dengan menyepakati pembentukan Forum Komunikasi DAS Cidanau (FKDC) dengan legalitas Surat Keputusan Gubernur Banten Nomor 124.3/Kep.64-HUK/2002, tanggal 24 Mei 2002.

Sementara perencanaan pengelolaan DAS Cidanau oleh para pihak, selalu didasarkan pada hasil rembug warga, rencana teknik lapangan (RTL) dan MAster Plan DAS Cidanau. Dengan prioritas perencanaan pengelolaan didasarkan pada prioritas yang diputuskan dalam rapat pleno FKDC. Hasil pleno kemudian didistribusikan kepada para pihak, untuk diusulkan melalui mekanisme perencanaan keuangan masing-masing.

 
Jasa Lingkungan

Salah satu upaya yang dilakukan oleh FKDC untuk menahan laju deforestasi yang dilakukan oleh masyarakat di hulu DAS, adalah dengan membangun hubungan hulu hilir dengan mekanisme jasa lingkungan. Fasilitasi pembangunan dan pengembangan konsep hubungan hulu hilir dengan mekanisme jasa lingkungan, dilaksanakan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat Rekonvasi Bhumi bekerjasama dengan PSDAL-LP3ES dan dengan dukungan dana dari International Institut for Environment and Development (IIED).

Konsep dasar dari jasa lingkungan yang sedang dibangun dan dikembangkan adalah pengguna jasa lingkungan (buyer) membayar kepada produsen jasa lingkungan (seller) atas jasa lingkungan yang digunakannya. Jenis jasa lingkungan DAS Cidanau yang dijadikan dasar hubungan hulu hilir adalah sumber daya air (water resources), dimana pemanfaat air membayar kepada masyarakat yang memiliki peran dalam menjaga tata air DAS Cidanau. Transaksi jasa lingkungan itulah yang diharapkan dapat menahan deforestasi di lahan-lahan milik masyarakat (hutan rakyat), yang merupakan tutupan lahan dominan di DAS Cidanau, dengan tanpa menghilangkan penghasilan masyarakat hulu.

   
PT. KTI sebagai Pioneer Buyer
Dalam implementasi konsep hubungan hulu hilir dengan mekanisme jasa lingkungan, PT. Krakatau Tirta Industri (KTI) merupakan pioneer buyer jasa lingkungan DAS Cidanau, yang dengan sukarela (voluntary) membayar Rp. 175.000.000,- (seratus tujuh puluh lima juta rupiah) per tahun dengan masa perjanjian pembayaran jasa lingkungan selama 5 (lima) tahun.
   
Mekanisme Jasa Lingkungan  
Lokasi model masyarakat yang menerima pembayaran jasa lingkungan di desa Citaman Kecamatan Ciomas dan Cibojong Kecamatan Padarincang Kabupaten Serang, dengan jumlah pembayaran sebesar Rp. 1.200.000,-/Ha dengan masa perjanjian pembayaran jasa lingkungan selama 5 (lima) tahun, sedangkan kawasan yang mendapat pembayaran jasa lingkungan masing-masing seluas 25 Ha.
   
Lahan milik masyarakat yang berhak atas pembayaran jasa lingkungan adalah lahan yang ditanami pohon jenis kayu dan buah-buahan, dengan jumlah tidak kurang dari 500 batang. Selama dalam masa perjanjian masyarakat tidak boleh menebang tanaman yang masuk dalam scheme jasa lingkungan. Apabila ada anggota kelompok yang melanggar ketentuan tersebut, maka seluruh anggota kelompok tidak akan menerima pembayaran jasa lingkungan yang sudah jatuh tempo. Seluruh proses implementasi dilakukan melalui negosiasi, baik dengan KTI maupun anggota kelompok di Citaman dan Cibojong. Hasil dari negosiasi tersebut dituangkan menjadi klausul-klausul dalam perjanjian pembayaran jasa lingkungan masing-masing pihak.
   
Pengelola Jasa Lingkungan
Pengelola dari jasa lingkungan adalah Tim Adhoc yang merupakan independent body yang ditetapkan oleh Ketua Pelaksana Harian FKDC dengan SK No. 990/Kep.03-FKDC/I/2005, sedangkan mekanisme pengelolaan diatur oleh SK Ketua Pelaksana Harian FKDC No. 990/Kep.05-FKDC/I/2005. Pembentukan Tim Ashoc dan ketetapan-ketetapan yang dituangkan dalam SK Ketua Pelaksana Harian FKDC, merupakan hasil diskusi dan rumusan dari Focus Group Discuccion (FGD), yang prosesnya memakan waktu selama kurang lebih 3 (tiga) tahun. Anggota Tim adhoc dan FGD terdiri dari unsur pemerintah (provinsi dan kabupaten di wilayah DAS Cidanau), swasta dan lembaga swadaya masyarakat.
   
Informasi :
FKDC, Jalan KH. Fatah Hasan Ciceri Bunderan - Serang. Telp. 0254-200052
BAPEDAL Provinsi Banten, Jalan Jenderal Sudirman Ruko Glodok Blok D Kota Serang Baru - Serang Telp. 0254 218811
   
 
 
     
 
 
   
         
  Sekretariat : Jl. Kisamaun No. 204 Tangerang 15118 Banten - Indonesia. Telp./Fax. 62 21 55794821