Berita
 
Harapan dari RAKERDA Perpamsi Banten
5 Mei 2015, sekretariat
     

Hotel Novotel TangCity Tangerang dipilih sebagai lokasi RAKERDA Perpamsi Banten tahun 2015. Acara yang digelar tanggal 5 Mei 2015 ini diikuti oleh seluruh anggota Perpamsi Banten dan dihadiri pula oleh Bupati Tangerang, Anggota BPPSPAM dan SKPD Kabupaten Tangerang dan dibuka secara resmi oleh Ketua Umum DPP Perpamsi.

Sebelum acara pembukaan terlebih dahulu dilaksanakan seminar dari PT. Fluida Teknologi Indonesia yang mempresentasikan metode pendeteksian kebocoran pada pipa air minum melalui metode Smartballer yaitu dengan memasukan sebuah bola pada pipa yang akan mengirimkan sensor secara online terhadap pola aliran air dalam pipa, hasil sensor akan terekam dalam bentuk grafik yang menggambarkan bagaimana pola alirannya, jika terjadi kebocoran pada pipa maka grafik akan terlihat berbeda dengan aliran yang lainnya. Dengan metode ini kondisi aliran air dalam pipa akan tergambar secara jelas dan pasti. Satu hal yang terpenting adalah adanya data pipa yang akurat meliputi diameter pipa serta posisi valve dalam jalur pipa dimana smartballer di masukan sehingga bola dapat dikeluarkan kembali.

Acara pembukaan dimeriahkan dengan tampilnya paduan suara pegawai PDAM Kabupaten Tangerang yang menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya, Hymne Perpamsi dan Mars Perpamsi. Dalam laporannya, Ida Farida selaku Ketua Panitia menyampaikan bahwa kegiatan Rakerda ini diikuti oleh 100 orang peserta yang berasal dari seluruh PDAM dan Mitra Swasta anggota DPD Perpamsi Banten, SKPD kabupaten dan kota Tangerang serta tamu undangan termasuk para sponsor. Acara dibuka dengan pemukulan gong oleh Rudy Koesmayadi selaku ketua Umum DPP Perpamsi didampingi Bupati Tangerang, Ketua DPD Perpamsi Banten dan Ketua Panitia Pelaksana. Setelah acara dilanjutkan dengan seminar yang menampilkan narasumber A. Zaki Iskandar Bupati Tangerang, Rudy Koesmayadi Ketua Umum DPP Perpamsi dan Slamet Hidayat perwakilan dari BPPSPAM dengan topik bahasan berupa Komitmen dan tindaklanjut Pemerintah terhadap dampak pembatan UU No. 7 tahun 2004.

Seperti diketahui bahwa Mahkamah Konstitusi (MK) menghapus keberadaan seluruh pasal dalam UU No. 7/2004 tentang Sumber Daya Air (SDA) yang diajukan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dkk. Pasalnya, beleid itu dianggap belum menjamin pembatasan pengelolaan air oleh pihak swasta, sehingga dinilai bertentangan UUD 1945. Dengan dibatalkan keberadaan UU SDA, MK menghidupkan kembali UU No.11/1974 tentang Pengairan untuk mencegah kekosongan hukum hingga adanya pembentukkan undang-undang baru. Karenanya, segala bentuk pengelolaan air tidak lagi berdasar pada UU SDA, tetapi UU Pengairan. Hal ini tentu saja memberikan dampak keterbatasan peran swasta dalam mengelola air minum dan seperti diketahui bahwa banyak operator swasta yang memberikan layanan air minum di Indonesia dan 80% berada di Provinsi Banten dimana kurang lebih 17 perusahaan swasta yang menjalin kerjasama dengan PDAM. Bupati Tangerang dalam seminar ini menggambarkan bahwa sudah saatnya para Kepala Daerah di Kabupaten maupun Kota di Banten untuk bersama-sama memikirkan dan bekerjasama dalam memberikan layanan akses air minum bagi masyarakat seperti bersama-sama mengelola sumber daya alam seperti sungai, irigasi, waduk dan embung-embung yang dapat dijadikan sebagai sumber air baku oleh PDAM. Banyaknya sungai yang melintasi beberapa kabupaten dan kota di Banten seyogyanya dapat dimanfaatkan secara baik mengingat saat ini keterbatasan air yang diolah PDAM menjadi salah satu penyebab masih minimnya cakupan pelayanan air minum bagi masyarakat. Rudy Koesmayadi dan Slamet Hidayat pun memberikan gambaran yang relatif sama, bahwa dalam pengelolaan PDAM, peran serta pihak swasta masih memiliki peranan sepanjang Kepala Daerah dan PDAM membutuhkannya dalam melayani masyarakat. Hal ini bisa dijadikan solusi manakala PDAM memiliki keterbatasan investasi maupun sumber daya manusia, sehingga untuk pemenuhannya dapat dialihkan kepada pola kerjasama dengan mitra swasta dengan mengedepankan konsep win win solution.

Acara Rakerda dilaksanakan setelah makan siang dengan terlebih dahulu memilih Pimpinan Sidang serta paparan Pengurus DPD Perpamsi Banten terhadap Laporan Pertanggungjawaban Kegiatan dan Keuangan periode Mei 2014 sampai April 2015. Setelah itu dilakukan rapat komisi yang diikuti oleh seluruh peserta yang terbagi dalam dua komisi yaitu Komisi A tentang Tanggapan terhadap Laporan Pertanggungjawaban dan Komisi B yang membahas tentang Program Kerja periode Mei 2015 sampai April 2016. Dari pemaparan ketua komisi dijelaskan bahwa peserta menerima Laporan Pertanggungjawaban yang disampaikan oleh Pengurus DPD Perpamsi Banten sedangkan khusus untuk program kerja di putuskan untuk meningkatkan kegiatan yang bersifat capacity building seperti training, seminar, workshop, studi banding termasuk kegiatan Twinning atau WOP dalam rangka meningkatkan pengetahuan skill dan kinerja pegawai PDAM dan mitra swasta anggota DPD Perpamsi Banten. Rakerda kali ini berjalan dengan baik dan ditutup secara resmi oleh Ketua DPD Perpamsi Banten dengan harapan hal-hal yang disampaikan dapat membawa angin segar serta harapan bagi peningkatan pelayanan air minum salah satunya adanya komitmen pemerintah bahwa andil dari mitra swasta masih dibutuhkan dalam menjalin kerjasama dengan PDAM.(Rizal)

 
 
   
         
  Sekretariat : Jl. Kisamaun No. 204 Tangerang 15118 Banten - Indonesia. Telp./Fax. 62 21 55794821