Berita
 
Workshop khusus Operator IPA se-Banten
3 September 2014, sekretariat
     

Disela-sela kegiatan Twinning yang sedang dilaksanakan oleh Tim Waternet di propinsi Banten selama 2 minggu di bulan September 2014, DPD Perpamsi Banten selenggarakan Workshop Operasional Proses Produksi dan Proses Database bagi Instalasi Pengolahan Air Minum yang diikuti oleh 50 orang Operator IPA yang berasal dari PDAM dan Mitra Swasta se-Banten. Workshop dilaksanakan pada tanggal 2-3 September 2014 di PDAM Tirta Kerta Raharja Kabupaten Tangerang.

Workshop ini menjadi spesial karena dihadiri oleh Direktur Waternet yaitu Kenneth Comvalius dan Team Leader Project Twinning Waternet Paul Bonne yang pada saat bersamaan memiliki agenda untuk bertemu dengan Bupati Tangerang perihal rencana Sanitasi di Kabupaten Tangerang. Workshop dibuka secara resmi oleh H. Rusdy Machmud selaku Ketua DPD Perpamsi Banten dihadiri pula oleh H. Untung Suryadi dari PT. Aetra Air Tangerang dan Hj. Ratna Panduwinata dari PT. Sarana Catur Tirta Kelola selaku Pengurus DPD Perpamsi Banten.  

Satu hal yang menjadi tujuan dari Workshop seperti diutarakan oleh Rusdy Machmud  yang juga Direktur Utama PDAM Tirta Kerta Raharja Kabupaten Tangerang ini adalah adanya transfer pengetahuan dari Waternet ke seluruh Anggota Perpamsi Banten dalam upaya meningkatkan kinerja pegawai dan perusahaan. Seperti diketahui bahwa DPD Perpamsi Banten telah lama menjalin kerjasama atau twinning dengan Waternet yaitu salah satu perusahaan air minum di negara Belanda yang melayani kota Amsterdam dan telah banyak memberikan kontribusi yang baik dalam beberapa bidang pendukung operasional PDAM yaitu GIS & NRW untuk penanggulangan tingkat kehilangan air, Resources untuk air baku, Process untuk IPA, Planning untuk penyusunan Masterplan dan Sanitasi. Kedepan diharapkan dari hasil Twinning ini, DPD Perpamsi Banten dapat menjadi training center bagi PDAM dalam penerapan pengetahuan dan teknologi perairminuman tidak hanya skala di Propinsi Banten namun juga skala nasional.

Narasumber workshop berasal dari Tim ahli Waternet yaitu Jos F.M. Hooft  yang telah lama memberikan technical support pengelolaan IPA di Banten dan beberapa ahli dari PDAM & Mitra Swasta di Banten antara lain Sujatnika Riswara dan Sugeng Prakosa  dari PDAM Tirta Kerta Raharja Kabupaten Tangerang, Yudi Nurpriyantono dan Yusuf Sudarmono dari PT. Tirta Kencana Cahaya Mandiri serta Ana Rokhayati  dari PT. Krakatau Tirta Industri. Workshop ini dilaksanakan berkaitan dengan salah satu bidang yang dikerjasamakan yaitu bidang Proses yang merupakan bidang manajemen pengelolaan instalasi pengolahan air minum. Materi yang disajikan dalam workshop tersebut antara lain Dasar-dasar Proses Pengolahan air,  pengenalan pengelolaan IPA di Waternet Amsterdam, WTP Online Monitoring System with SCADA, penerapan SOP bagi IPA dan Aplikasi ProcessBase.

Dasar-dasar proses pengolahan diberikan di awal workshop untuk menyegarkan lagi pengetahuan Operator terhadap istilah-istilah dalam proses produksi seperti koagulan, flokulasi, sedimentasi dan lain-lain, cara perhitungan bahan kimia, energi, jartest, mengukur NTU sesuai standar dan lain-lain. Diharapkan pengetahuan dan pola kerja Operator dapat terus ditingkatkan sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi proses pengolahan air minum.

Pengelolaan air secara terintegrasi
Peserta diperkenalkan juga dengan salah satu IPA milik Waternet yaitu IPA Weesperkarspel berkapasitas 5.500 liter/detik. Diterangkan Jos F.M. Hooft  yang menjabat sebagai Manager pada IPA tersebut bahwa proses pengolahan air mulai dari air baku, proses pengolahan air minum sampai air yang didistribusikan kepada pelanggan telah dilakukan secara terintegrasi oleh Pemerintah Kota Amsterdam dan Waternet sebagai perusahaan air minum. Dimulai pengambilan air baku dari sungai Rhine yang dialirkan melalui kanal-kanal menuju sebuah tandon atau danau besar yang diiendapkan beberapa bulan sehingga terjadi sedimentasi alami, selanjutnya air baku tersebut dialirkan ke IPA untuk diolah menjadi air minum. Pengukuran parameter air yang diawali dari sungai, tandon sampai ke IPA ini dimonitoring secara ketat oleh Pemerintah dan Waternet baik Acidity (pH), turbidity (FTU) dan parameter lainnya. Dijelaskan pula bahwa disetiap perbatasan aliran sungai dengan kota atau negara lain, terdapat laboratorium terapung milik Pemerintah yang melakukan pengecekan terhadap kualitas, kuantitas dan kontinuitas air sungai. Data ini selanjutnya dapat dipergunakan oleh badan, lembaga lain yang membutuhkan salah satunya perusahaan air minum (bisa dilihat di www.aqualarm.nl). Dengan pemaparan ini, diharapkan oleh Jos di Banten pun mulai diterapkan integrasi pemantauan kualitas air baku pada sungai-sungai baik oleh Pemerintah Kota maupun Pemerintah Provinsi sehingga mempermudah PDAM dalam mengevaluasi parameter air baku.

Sistem SCADA
Proses pengelolaan IPA secara otomatisasi dengan system SCADA diperkenalkan oleh Yudi Nurpriyantono selaku Manager PT. Tirta Kencana Cahaya Mandiri, mitra yang mengelola IPA Cikokol kapasitas 1.575 liter/detik milik PDAM Tirta Kerta Raharja Kabupaten Tangerang. Dijelaskan bahwa karena proses pengoperasian IPA  tersebut dilakukan secara online, jadi untuk monitoring dan evaluasi terhadap setiap prosesnya dapat dilakukan setiap saat, kapan saja dan dimana saja sehingga memberikan kemudahan dalam pengelolaannya.  Saat ini belum banyak PDAM yang menggunakan system SCADA pada instalasi pengolahan airnya, karena masih  dikategorikan sebagai suatu sistem yang membutuhkan investasi besar. Walaupun demikian, SCADA ini mampu memberikan kegunaan dan manfaat yang besar sehingga pengelolaannya dapat dilakukan secara cepat, efektif dan efisien. Perpamsi Banten sengaja memperkenalkan SCADA pada workshop ini untuk mendorong PDAM dan Mitra Swasta  di Banten untuk mengenal dan mulai merencanakan menerapkan sistim ini pada IPA untuk waktu yang akan datang.

Pentingnya penerapan Standar Operasional dan Prosedur atau SOP
Masih banyaknya IPA yang belum dilengkapi dengan penerapan SOP atau Standar Operasional dan Prosedur sebagai guidebook bagi Operator menjadi suatu kendala tersendiri dalam mengevaluasi proses produksi, bahkan masih ada  operator yang mengandalkan “feeling” dalam melakukan kegiatan pengolahan seperti pembubuhan kaporit, pengukuran NTU, pengaturan pompa dan lain-lain. Disamping kurang akurat, hal ini dapat menimbulkan dampak lain berupa tidak terukurnya penggunaan bahan kimia, pengaturan energi, pemeliharaan pompa dan lain-lain. Guna mengubah paradigma “feeling” tersebut,  Perpamsi Banten mengundang Ana Rokhayati selaku Kaseksi Pengolahan dari PT. Krakatau Tirta Industri yang sudah lama menerapkan SOP bagi setiap bentuk pekerjaan dalam unit kerja termasuk SOP di IPA. Dipaparkan oleh Ana bahwa dengan penerapan SOP, setiap Operator diberikan kemudahan dalam melakukan proses pekerjaan karena mendapatkan intruksi yang jelas, terukur dan terarah sehingga menekan tingkat kesalahan karena setiap pekerjaan tercatat atau terekam secara baik sehingga memudahkan dalam pengontrolan hasil pekerjaan baik oleh operator tersebut maupun oleh atasannya. Gambaran penerapan SOP ini diharapkan dapat menarik perhatian peserta workshop mengenai manfaat dan bentuk penerapannya.

Penyusunan SOP telah lama diupayakan oleh Perpamsi Banten dengan bantuan Tim Ahli Waternet yang rencananya akan mulai diterapkan di PDAM dan Mitra Swasta se-Banten. Dalam implementasinya nanti, Perpamsi Banten berharap adanya komitmen dari manajemen perusahaan untuk menerapkan SOP ini di masing-masing perusahaannya.

Aplikasi ProcessBase
Peserta juga di perkenalkan dengan sebuah aplikasi khusus bagi Operator IPA berupa isian data secara digital menggunakan Ms. Excell terhadap setiap data baik air baku, proses pengolahan, penggunaan bahan kimia, pengaturan pompa sampai data air hasil olahan. Aplikasi ini dirancang khusus oleh Waternet untuk dipergunakan di setiap IPA yang dimiliki oleh PDAM dan Mitra Swasta se-Banten. Dengan aplikasi ini dapat dengan mudah dilihat, dimonitoring dan dievaluasi data dan komponen IPA mulai dari sumber air baku, air hasil olahan, penggunaan bahan kimia, data energi dan perpompaan dan lain-lain. Data yang ditampilkan dalam aplikasi ini tidak hanya berupa angka-angka namun dapat ditampilkan dalam bentuk grafik sehingga memudahkan dalam pembacaan pola data.

Bagi PDAM lain di Indonesia yang ingin menggunakan aplikasi ini, DPD Perpamsi Banten dan Waternet mempersilahkan PDAM tersebut untuk berkorespondensi dengan DPD Perpamsi Banten via telepon, fax, email atau datang langsung dengan dilandasai komitmen dari Manajemen untuk menerapkan aplikasi ini di IPA nya masing-masing.

Dipenghujung Workshop disampaikan kesan dan pesan dari para peserta dimana dari perwakilan peserta mengungkapkan bahwa workshop semacam ini amat penting dilaksanakan mengingat masih minimnya pelatihan bagi Operator IPA sementara tuntutan pengelolaan dan teknologi pada IPA semakin meningkat setiap waktunya, sehingga program peningkatan kinerja Operator harus juga menjadi prioritas atau perhatian khusus di internal perusahaan maupun di DPD Perpamsi Banten.

 

  Berita Lain
Direktur PDAM se-Banten timba ilmu Water Management di Amsterdam
Perpamsi Banten terima kunjungan Wateropleidingen Belanda dan Delft University
Tim Waternet bagi ilmu hidrolis aplikasi Epanet ke Bagian Teknik PDAM TKR
Tim GIS Waternet sebarkan software GIS di Perpamsi Banten
Tim GIS Perpamsi Banten sebarkan ilmu GIS di DPD Perpamsi Jambi dalam South Exchange 3
Board of Director Waternet berkunjung ke Perpamsi Banten
Studi banding Perpamsi Banten ke PDAM Kab. Sidoarjo, PDAM Kota Surabaya dan PDAM Kota Malang
Semarak halal bi halal Perpamsi Banten di PDAM Kab. Pandeglang
 
 
   
         
  Sekretariat : Jl. Kisamaun No. 204 Tangerang 15118 Banten - Indonesia. Telp./Fax. 62 21 55794821