Profil Perpamsi Banten
 
DPD Perpamsi Banten adalah Assosiasi Perusahaan Daerah Air Minum yang berada di wilayah Banten, dibentuk pada tanggal 3 Pebruari 2001 dengan nama awal Perpamsi Komda Banten. Pembentukannya bertujuan sebagai assosiasi atau wadah bagi PDAM dan Mitra Kerja Swasta yang bergerak dalam pelayanan air minum di Propinsi Banten untuk mengakomodir setiap kegiatan program kerja anggota secara bersama-sama dalam kiprahnya dibidang pelayanan air minum bagi masyarakat di wilayah Banten. Saat ini anggota Perpamsi Banten terdiri dari 7 PDAM dan 18 Mitra Kerja Swasta yang berada di Kabupaten Lebak, Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Kota Cilegon dan Kota Serang.
 
Induk organisasinya adalah PERPAMSI (Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia). Perpamsi Banten di organisir oleh Dewan Pengurus Daerah (DPD) yang terdiri dari Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris dan Anggota serta dibantu oleh Sekretariat. Pengurus berasal dari PDAM dan Mitra Swasta di Propinsi Banten. Dalam tugas pokoknya Perpamsi Banten bertanggungjawab terhadap hal yang berkaitan dengan peningkatan kinerja anggotanya yang tertuang dalam bidang-bidang yang menjadi prioritas utama yaitu bidang Sumber Daya Manusia, bidang Keteknikan dan bidang Kerjasama.
   
Cakupan pelayanan air minum di Propinsi Banten baru 12% dari total penduduk Propinsi Banten. Hal ini tentu saja menjadi pekerjaan rumah yang cukup berat bagi Perpamsi Banten untuk meningkatkan cakupan pelayanan kepada masyarakat terutama jika dikaitkan dengan program MDG's berupa tercapainya cakupan pelayanan 80% untuk perkotaan dan 60% untuk pedesaan. Tantangan inilah yang memacu Perpamsi Banten untuk senantiasa berusaha dan bekerja keras menciptakan PDAM yang sehat dan berkembang maju.
 
 
Anggota Perpamsi Banten terdiri dari 7 PDAM dan 18 Mitra Swasta yang memberikan pelayanan penyediaan air minum bagi masyarakat Provinsi Banten dimana perusahaan-perusahaan tersebut tersebar atau beroperasi di seluruh wilayah Kota dan Kabupaten di Provinsi Banten. Sebagaran sebagaimana gambar dibawa ini :
 
Kerjasama/Twinning Programme dengan Waternet Amsterdam

Tantangan penyediaan air minum di Indonesia dapat diatasi jika PDAM sebagai penyedia jasa layanan airminum dapat keluar dari persoalan-persoalan yang selama ini menghambat upaya perbaikan kinerja operasidan kualitas pelayanan air minum. Meskipun PDAM dihadapkan pada banyak persoalan, namun tidak sedikit PDAM di Indonesia yang sudah memulai upaya-upaya menuju perbaikan kinerja dan kualitas pelayanan, diantaranya adalah PDAM Kabupaten Tangerang, PDAM Kota Tangerang, PDAM Serang, PDAM Kabupaten Pandeglang, PDAM Kabupaten Lebak, dan PDAM Cilegon Mandiri yang berada di bawah DPD PerpamsiBanten dengan bekerja sama dengan  penyedia jasa dari Belanda yaitu Waternet, DZH, dan PWN. Melalui program twinning, 6 PDAM di bawah DPD Perpamsi Banten bekerja sama dengan Waternet memfokuskan pada upaya terpadu atau  terintegrasi dengan visi menuju regionalisasi. Regionalisasi diharapkan dapat memperlancar usaha percepatan peningkatan cakupan pelayanan air minum kepada  masyarakat Banten,dan juga mendorong terciptanya strategi pengelolaan air baku terpadu dalam satu manajemen. Kegiatan mencakup penerapan GIS, monitoring dan evaluasi air baku, dan  penyusunan master plan. Penerapan GIS dinilai mendukung dan mempermudah berbagai kegiatan  PDAM mulai dari pemeliharaan dan pengelolaan jaringan,penanggulangan kebocoran, sampai ke pengelolaan data pelanggan. Sedangkan kegiatan monitoring danevaluasi kualitas dan kuantitas air baku telah mampu memperlihatkan kondisi tiga sungai penting di ProvinsiBanten dari waktu ke waktu. Sementara master plan adalah road mapbagi PDAM di Provinsi Banten untukmengejar target peningkatan cakupan pelayanan.

Waterleidingbedrijf Amsterdam yang kini bernamaWaternet sudah menjalin kerja sama twinning denganPDAM Kabupaten Tangerang sejak awal tahun 1999hingga tanggal 1 Agustus 2001. Pada tahun 2000,provinsi baru Banten yang dulu merupakan bagiandari Jawa Barat terbentuk. Untuk meningkatkandan menyokong perusahaan-perusahaan air minumdi provinsi itu, Gubernur meminta WLB Amsterdamuntuk membantu semua perusahaan air minum diprovinsi itu. Pada bulan Maret 2004, melalui DPDPerpamsi Banten kelima PDAM dan WLB memulaiproyek twinning yang baru tahun 2004.

Tujuan pelaksanaan twinning 2006-2008 antara lain:
- Meningkatkan pasokan air di area kerja sama(MDGs: target sambungan rumah 60-80% padatahun 2015)
- Merangsang kerja sama di sektor air di antara 6PDAM dan stakeholder lainnya di Banten
- Transfer pengetahuan dan  pengalaman atas dasarkolega dengan kolega melalui peningkatan dibidang : Manajemen sumber air bakuproses pengolahan air perencanaan strategis dalam kerangka rencana induk di Provinsi Banten 2008-2023 seperti penyediaan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat (peta jalan mencapai MDGs dibidang air minum)
- Penerapan GIS (Geographic Information System)penurunan tingkat kehilangan air di kawasan percontohan.
 
 
         
  Sekretariat : Jl. Kisamaun No. 204 Tangerang 15118 Banten - Indonesia. Telp./Fax. 62 21 55794821